Sunday, August 7, 2011

cara termudah mencerdaskan minda anak

 

MENDONGENG atau bercerita sering dianggap sebagai hal yang sederhana. Padahal lewat bercerita, seorang anak bisa diajarkan segala hal, mulai dari belajar bahasa, pengetahuan umum, etika, kreativitas, sampai mendekatkan orangtua dengan anak.
Mendongeng, bercerita, atau mendampingi anak saat mereka sedang membaca buku sudah jauh-jauh hari dianjurkan psikolog anak Seto Mulyadi atau Kak Seto. Dalam sebuah kesempatan, pria yang selalu berwajah sumringah ini mengatakan bahwa dengan mendongeng, komunikasi antara orangtua dan anak akan lebih efektif.
Tentu saja, itu hanya sebagian kecil dari manfaat bercerita. Manfaat lebih besar, dan paling mendasar ialah bahwa bercerita bisa dijadikan alat untuk membentuk perilaku dan nilai-nilai dasar yang penting bagi perkembangan karakter anak.

Nah, waktu yang tepat untuk hal tersebut ialah saat anak berusia 1-5 tahun, atau yang sering disebut sebagai golden age atau usia emas. Pada usia emas, anak-anak akan mudah sekali menyerap sesuatu dari lingkungan sekitarnya. Mereka akan dengan mudah meniru sesuatu yang mereka lihat atau dengar. Jangan lupa agar selalu melakukan seleksi cerita yang sesuai dengan tumbuh kembangnya. Berikan cerita yang memberi nilai lebih pada perkembangan moral dan perilaku positif. Bayangkan, hanya dengan bercerita, orangtua atau guru bisa menanamkan nilai-nilai ini pada anak-anak. Jadi bisa dibayangkan betapa dahsyatnya kekuatan bercerita

Kaji pembelajaran B.I

SEGAMAT 6 Ogos — Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin mahukan pembelajaran Bahasa Inggeris (B.I) di sekolah-sekolah dikaji semula bagi memastikan pelajar benar-benar dapat menguasai bahasa penting itu sebagai bahasa kedua.

Muhyiddin yang juga Menteri Pelajaran berkata, beliau telah mengarahkan Ketua Pengarah Pelajaran melaksanakan kajian itu.

Menyatakan pandangan beratnya terhadap soal menguasai bahasa tersebut oleh pelajar, Timbalan Perdana Menteri berkata, penguasaan Bahasa Inggeris adalah penting kerana ia bahasa utama dalam komunikasi antarabangsa dan ekonomi.

"Bagaimana sistem pendidikan negara selama 13 tahun, dengan lima tahun di sekolah menengah, masih tidak mampu membuatkan murid- murid kita menguasai Bahasa Inggeris dengan baik.

"Saya sendiri tidak mampu menjawabnya," katanya ketika berucap sempena lawatannya ke Sekolah Menengah Kebangsaan Felda Maokil, Labis di sini hari ini.

Muhyiddin yang juga Ketua UMNO Bahagian Pagoh berkata, kajian itu yang akan dikendali Bahagian Kurikulum Bahasa Inggeris akan melihat sama ada kelemahan itu berpunca dari kekurangan guru Bahasa Inggeris, peralatan atau punca-punca lain.

Katanya, murid-murid mungkin beranggapan bahawa kemampuan menguasai Bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua itu tidak penting untuk mereka, sehingga mengakibatkan mereka berhadapan dengan masalah ketika di peringkat universiti.

Beliau menolak tanggapan pelaksanaan dasar "Memartabat Bahasa Melayu, Memperkukuh Bahasa Inggeris" (MBMMBI), telah mengakibatkan Kementerian Pelajaran mengabaikan penguasaan Bahasa Inggeris.

"Itu tanggapan yang salah, saya dan Kementerian Pelajaran sentiasa menekankan penguasaan Bahasa Inggeris sebagai bahasa kedua," katanya.

Muhyiddin juga berkata, kementeriannya telah melakukan audit menyeluruh tentang kedudukan infrastruktur pendidikan negara, dalam usahanya untuk menyediakan keperluan infrastruktur yang diperlukan oleh sekolah-sekolah.

Walaupun kementeriannya menerima peruntukan pembangunan di antara RM5 bilion hingga RM6 bilion setiap tahun, tetapi katanya, ini tidak mencukupi kerana bilangan sekolah di negara ini adalah besar serta pertumbuhan penduduk yang pesat memerlukan pembinaan sekolah-sekolah baru.

Turut hadir pada majlis itu Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Ahmad Maslan yang bertanggungjawab dalam Hal Ehwal Felda.

 — BERNAMA

Wednesday, July 27, 2011

Muhyiddin: Bahasa Melayu is being marginalized


MalaysiaKini : Tan Sri Muhyiddin Yassin said today that many Malaysians appear to be ashamed of speaking Bahasa Melayu so much so that the national language seems to be marginalised in the country.

The Deputy Prime Minister said this was not the case in countries like China and Japan where people were proud of their own languages, using them at all levels.

"There's a worry that our national language may be sidelined as people prefer to use English.

"When I was in China, everybody there spoke Chinese. People in Japan also speak their own language. There will only resort to English when they want to speak to you personally.

"I think that it boils down to attitude. Perhaps using a language other than English is not that glamorous, as if Bahasa Melayu is a low-class language," he said in response to a question from Senator Datuk Dr Firdaus Abdullah on the declining usage of the national language, at the Dewan Negara sitting here today.

Muhyiddin, who is Education Minister, said people seemed to miss the fact that the Malay language continued to be among the more prominent languages in the world, and spoken by more people globally than certain other languages.

He observed that English seemed to be the preferred language at many public and private sector events, including government functions, despite the fact that the grasp of the language among Malays and non-Malays had improved.

The deputy prime minister also took a swipe at event organisers who chose English over Bahasa Melayu at functions where "only two or three Westerners" were present.

He wondered aloud whether the use of Bahasa Melayu would translate into less customers and dwindling profits for companies.

Muhyiddin said that a special committee had been set up to look at how to restore the national language to its proper place.

He pointed out that legislation to promote the use of Bahasa Melayu had been put in place, but people may accuse the government of being inconsiderate if action was taken against those who flouted such laws.

A new circular stressing on the importance of using the national language at all levels would be issued to all government departments, he said.

Muhyiddin added that awareness campaigns focusing on the need to use Bahasa Melayu would continue -BERNAMA



Labels: Malays 1 comments:

tukangkata said...

There is indeed evidence that BM is being sidelined and being at the wrong end of urbanites' attitudes. Many localized websites for Malaysians are only in English without a BM option. And I hear people scoffing BM as an unoriginal language that borrowed too heavily from other languages. If that is so, neither is English (borrowed heavily from Latin, Greek and French) nor Japanese (borrowed heavily from Chinese)!



Post a Comment



Malaysia Airlines cuts expansion plans amid soaring fuel cost, Japan’s crisis.



KUALA LUMPUR, Malaysia – Malaysia Airlines said Wednesday it would trim its global expansion this year as it suffers from the double blow of soaring jet fuel prices and the consequences from Japan’s earthquake.

Managing Director Azmil Zahruddin said the flag carrier would still grow this year but at much lower than the targeted 10 per cent rise in capacity. He said the airline has cut flights to Tokyo from 11 to seven times a week after the March 11 earthquake, tsunami and nuclear crisis severely crimped inbound travel.

Much worse was the cost of jet fuel, its single biggest cost item, which has tripled since 2009.

Malaysia Airlines has raised fuel surcharges by more than ten per cent since late 2010 and may increase it further if fuel prices continue to rise, he said. It has hedged 25 per cent of its fuel needs this year at about $90 per barrel of crude oil.

“Fares may or may not go up depending on the markets. The key is to lower non-fuel costs with better efficiency and less wastage. If fuel prices keep going up, there is a negative impact on us,” he told reporters at an economic forum.

Azmil said the carrier’s fleet renewal program, including a range of new fuel-efficient Airbus planes that would be delivered through to 2016, would help cut overall costs by 2 per cent and lower costs on per seat basis by up to 15 per cent annually.

The airline is on track to receive the first of its six A380 superjumbos in April 2012, after five years of delay, he added. Last year, Malaysia Airlines’ net profit fell 55 per cent from a year earlier to 237 million ringgit ($78 million).



Monday, June 27, 2011

MARATHON; GOOD NUTRITION, GOOD RUNNER














There are 3 nutritionally related situations that may lead to a poor marathon performance, or even failure to finish the race.
These are:
Dehydration
Glycogen Depletion
Excessive Loss Sodium

The pre race fueling strategy must ensure that runners will have plenty of water, carbohydrates and sodium heading into the event and continuously throughout the event.

Most people, including athletes, are always on the edge of dehydration.

Dehydration results in a reduction of blood plasma. This turns the blood into a thick sludge and forces the heart and body to work harder to move it.

Under normal environmental conditions the body of a non exercising adult requires
    1 cup (250ml) water for every 6 - 9 kg body weight
    For example a 55kg person requires from 55/6 x 250 = 1.3 litres to 55/9 x 250 = 2.3 litres water per day
Add to that around 300 to 800ml per hour during exercise (actual amount dependent upon environmental conditions and individual requirements)
The day before a marathon, if you haven't already taken in 1.5 litres of water today , then begin by taking 5 - 6 sips of water every 15 - 20 mins. A MAXIMUM of 500 ml per hour. Spread out the water so the body has time to absorb it.
As much as it is important to be fully hydrated going in to the marathon, it is also EXTREMELY important not to overconsume water as this can upset our sodium balance in the blood.

Drinking too much water can dilute the amount of sodium in the blood. This can lead to a condition know as Hyponatremia.
Hyponatremia is the second condition where we may fail to finish a marathon and can be extremely dangerous.

Hyponatremia can occur any time you drink water faster than your kidneys can eliminate it.
It occurs when athletes lose sodium through sweat and are unable to replace it. They may drink water but do not replace the sodium.

Slow runners are more at risk than faster runners because they comsume fluids over a longer period of time.

It also appears that females are more at risk than males.
One trick many athletes use is 'Baked Rold Gold Pretzels'. (Village Grocer have them on sale this week for RM11).
6 - 10 pretzels the day before the marathon..........or just a little extra salt on the pre marathon day meal.......will help to balance the extra water nicely.

Glycogen Depletion

Glycogen is the form in which carbohydrate is stored in the muscle cells. It is a ready supply of energy.
Longer distance running burns carbohydrate and fat as fuel.
The faster you run the more carbohydrate you use.
The slower you run the more you are fueled by fat stores.
You can somewhat train your body to rely on more or less carbohydrate during your training runs by altering the type of nutrition you take in before, during and after the runs.
With the marathon this Sunday though, it is too late to look at this........another article.............
Many marathoners think they can 'carbo load' the night before the race by eating plateloads of pasta and high carb foods.
In reality, if you have already been eating a balanced diet the week before the marathon you have already loaded your muscles with glycogen.
The worst thing you can do for your marathon comfort is load up on huge plates of pasta and salad and high fat dressing and sauces.
You don't want the extra weight in your digestive tract in the morning.
You don't want any roughage - such as from salad.
Constipation is generally not a problem in marathon running - in fact it is usually the other way around.......if you catch my drift..........after long hard runs.

So: Eliminate high fibre foods and foods that cause gas the day before your run - beans, broccoli, bran, cereals
if you are lactose intolerant, eliminate all milk products.
If spicy food speeds up your gut then eliminate them.
Eliminate alcohol and reduce caffeine to the bare minumim.
Don't blow all your hard training by eating unfamiliar foods that may upset your system.
Try to eat a moderately sized dinner that is 'normal' for you, the night before the big run.

Day of the Marathon

Try to eat a breakfast of at least 300 - 400 Calories, 2 - 3 hours before the start of the warmup.
Whatever you choose to eat, again, it should be 'normal' for you and should have ideally been practiced in your long trainng runs. Preferable something on the bland side and easy to digest.
Example; Instant Oatmeal, 2 - 4 toast and nutbutter or some other type of protein , 1 - 2 bananas (if they don't repeat on you)
I like to make a blended ptorein smoothie (milk, 30g whey/cassein blend protein, banana or frozen blueberries all blended well).
Snack on 2 - 5 more pretzels
Drink a MAX of 500ml water 1 - 2 hours BEFORE the race start. Do not overdrink. This should start you off wel hydrated and give you enough time to eliminate and extra.

During Marathon

Ideally you need to supply water, carbohydrate and sodium during the run.
Water -
The International Medical Directors Association put out an advisory statement in 2002 stating that marathoners should drink NO MORE THAN 400-800MLS FLUID PER HOUR.
Standard Chartered KL Marathon has water provided in cups at the start and every 2 km after the first 4km.
Aim to drink 1 cup every station (10km per hour pace you will pass water every approx 12 mins)

Carbohydrates-

Aim to have an intake of 30grams carbohydrate every hour.
Power Gels provide 27g carb.
100+ Isotonic Drink provides 10grams carb every 150 mls cup.
100+ WILL BE AVAILABLE EVERY 4 KM AFTER THE FIRST 4 KM (IN CUPS)
Take 1 - 2 cups 100+ per hour PLUS 1/2 gel with 150ml water every 30 mins
DO NOT TAKE GEL WITH 100+
2 major considerations with gels
  • Too much gel and Too little water = High Carb Concentration
This will cause the carb to be absorbed slowly and may pull fluid into your gut, lowering blood volume and causing dehydration.
  • Too little gel and Too much water = Low Carb Levels
This wil result in not enough carbs in your muscles so that you may end up limping through the final miles of the marathon with sad glycogen depleted legs.
AIM TO TAKE 150 ML WATER AND 1/2 GEL EVERY 30 MINS PLUS 1 - 2 CUPS OF 100 + EVERY HOUR. GEL AND WATER COMBO AND 100+ AT DIFFERENT STATIONS
Sodium - Runners should try to take in 1 g sodium every hour. This is assimple as 2 - 3 Rold Gold Baked Pretzels. This is the equivalent of the sodium in 10 gels or 20 Saltine Crackers.

POST RACE NUTRITION


After the run begin by drinking fluids that contain carb, sodium and protein.

Chocolate milk is a great post race recovery drink (protein and carbs)
Have some 100+ for carbs and 2 - 3 more pretzels.

Eat and drink as much as you like taking in.

Do not drink only water as this may exacerbate hyponatremia.
It might be best to avoid fibre and spicy food.
Eat 3 - 4 times over the next 4 - 6 hours post race. Smaller meals are more effective at replacing glycogen and repairing muscle than big meals.
Aim to have meals with good carbs, good lean protein and healthy natural fat sources.........but personally, if you dont deserve a treat after a marathon when will you???? Just avoid alcohol!
Green Coconut Water is an excellent post race recovery drink.
March 2002 Journal of Physiological Anthropology and Applied Human Science found that drinking fresh coconut water to be more effective than drinking a carbohydrate electrolyte beverage or plain water as a way to rehydrate the body after exercise. Coconut water has potassium, calcium, magnesium, Vitamin C and has the same electrolyte balance as our own blood.
1 cup coconut water (green coconut) provides 600mg Potassium
Compared with
Small Banana (<6 inches) which provides approx 290mg Potssium

Any queries or questions pre/post race please leave comments below

Saturday, May 7, 2011

Cenderung guna bahasa asing dikesali


KUALA LUMPUR 6 Mei - Kecenderungan penggunaan bahasa asing pada papan iklan di sekitar negara ini menggambarkan bahawa wujud golongan yang tidak menghargai dan menghormati bahasa kebangsaan.

Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan, Datuk Seri Dr. Rais Yatim berkata, beliau sangat kesal dengan golongan tersebut yang langsung tidak membantu usaha kerajaan memartabatkan bahasa Malaysia sebagai bahasa kebangsaan.

"Saya kesal dengan situasi ini. Kita seharusnya berasa bangga dengan istilah serta ungkapan yang sedia terkandung dalam bahasa Malaysia kerana ia menggambarkan jati diri kita sebagai rakyat Malaysia.

"Selain itu, saya juga berasa kesal dengan tindakan pihak berkuasa tempatan (PBT) yang lebih memberi keutamaan kepada bahasa asing apabila memberi nama kepada taman ataupun pusat beli-belah. Ia tidak membantu memartabatkan bahasa kebangsaan," katanya kepada Utusan Malaysia di sini, hari ini.

Beliau berkata demikian ketika mengulas mengenai kecenderungan penggunaan bahasa asing pada papan iklan di negara ini dalam menyampaikan mesej kepada orang ramai.

Selain itu, tinjauan Utusan Malaysia di sekitar ibu kota baru-baru ini juga mendapati terdapat beberapa pemilik premis yang mencampuradukkan bahasa Malaysia serta Inggeris selain penggunaan bahasa Malaysia yang tidak tepat pada papan tanda perniagaan dan papan iklan mereka.

-------------------------------------------------------------------

HfizBaze; Pihak kerajaan keseluruhannya dari jawatan  Perdana Menteri hinggalah jawatan menteri2 harus menunjukkan contoh dan teladan kepada rakyat  untuk menggunakan bahasa kebangsaan  tidak kira diperhimpunan besar atau kecil sekalipun terdapat 99.99 peratus hadirin dari negara asing hadir dalam perhimpunan tersebut, kerana apa.., kerana mesyuarat atau perhimpunan itu diadakan di MALAYSIA. Rakyat asing haruslah disediakan alat pendengar alih bahasa.

Pengekalan penggunaan bahasa kebangsaan menunjukkan kita hormat, bangga, mempertabat serta mengagungkan bahasa negara kita sendiri tanpa melupakan bahasa ingeris bahasa kedua negara.

Wednesday, April 27, 2011

ARKIB : 26/04/2011

Berat lidah bertutur bahasa Malaysia


KUALA LUMPUR 25 April - Rakyat di negara ini diminta supaya tidak memandang remeh bahasa Malaysia dengan berasa malu untuk bertutur di khalayak ramai seolah-olah bahasa kebangsaan itu bukan bahasa ibunda negara ini.

Timbalan Perdana Menteri, Tan Sri Muhyiddin Yassin berkata, rakyat seharusnya lebih yakin menggunakan bahasa Malaysia yang kini antara bahasa paling unggul digunakan di serata dunia.

Menurut beliau, dari segi jumlah penggunaan bahasa di seluruh negara bahasa kebangsaan adalah jauh lebih kerap digunakan berbanding bahasa-bahasa lain.

''Saya rasa ini kerana sikap, mungkin jika tidak menggunakan bahasa Inggeris tidak glamor dan seolah-olah bahasa Malaysia ini adalah bahasa yang rendah.

''Paling penting adalah soal keyakinan untuk menggunakan bahasa kita. Oleh itu, saya menekankan supaya kempen menggunakan bahasa kebangsaan harus diteruskan," katanya ketika menjawab soalan tambahan ahli Dewan Negara, Senator Datuk Dr. Firdaus Abdullah pada sidang Dewan Negara di sini hari ini.

Firdaus ingin tahu punca kemerosotan bahasa Malaysia dalam kalangan masyarakat negara ini termasuk kakitangan awam dan syarikat swasta yang dilihat seperti ada yang tidak kena terhadap cara pengajaran dan pembelajaran bahasa kebangsaan di negara ini.

Muhyiddin yang merupakan Menteri Pelajaran tidak menafikan bahawa wujud rasa bimbang pihaknya terhadap kemunduran penggunaan bahasa kebangsaan di kalangan masyarakat hari ini yang lebih mengalu-alukan bahasa Inggeris.

Menurutnya, senario tersebut turut berlaku dalam majlis-majlis kerajaan yang mana penghormatan kepada bahasa luar terpaksa diutamakan sekiranya para jemputan terdiri daripada pihak negara luar walaupun bilangannya sangat kecil.

''Cuba lihat dalam majlis-majlis kerajaan, walaupun dalam majlis itu ada dua tiga kerat orang bangsa asing, pihak penganjur akan mengatakan minta maaf kerana terpaksa bercakap dalam bahasa Inggeris. Sedangkan hanya ada dua tiga 'mat salleh' tetapi kita pula nak tukar bahasa kerana nak ikut kerenah mereka.

''Adakah kerana bila kita menggunakan bahasa Malaysia, tidak ada orang hendak berlanggan atau berurus niaga dengan kita dan dianggap ia tidak boleh membawa keuntungan," jelas beliau.

Timbalan Perdana Menteri berkata, suasana kurang mesra bahasa kebangsaan di negara ini jauh berbeza dengan keadaan negara-negara besar dunia seperti China dan Jepun iaitu rakyatnya begitu bangga dengan bahasa sendiri, malah mendaulatkan penggunaannya pada semua peringkat.

''Sewaktu saya di China baru-baru ini, mereka di sana bercakap semua dalam bahasa mereka, apabila ada sesuatu majlis, bahasa utama mereka juga adalah bahasa ibunda negara itu, cuma apabila hendak bercakap dengan kita barulah mereka menggunakan bahasa Inggeris," katanya.

Sehubungan itu, kata beliau, untuk memastikan keadaan kurang yakin terhadap bahasa Malaysia, kerajaan mewujudkan Jawatankuasa Pelaksanaan Bahasa Kebangsaan yang telah mengadakan mesyuarat pertama bagi melihat bagaimana bahasa kebangsaan dapat dimartabatkan kepada kedudukannya yang sepatutnya.

Di samping itu, kata Muhyiddin, kurangnya tindakan undang-undang terhadap mereka yang melanggar kesalahan berkaitan bahasa kebangsaan juga antara faktor berlakunya keadaan bahasa Malaysia dipinggirkan.

------------------>>>>>>>>>

Hfiz Baze berpendapat semuanya harus dimulakan oleh Kementerian Pelajaran untuk mempastikan semua murid2 di semua jenis sekolah rendah hinggalah diperingkat IPT agar bertutur dalam bahasa Malaysia dan menjadikan  ia satu kemestian  supaya menyemai sikap jatidiri, hormat, bangga, patriotik serta berupaya mengembang, memperkaya serta membangunkan bahasa kebangsaan setaraf dgn bahasa ingeris.

 Tidak ada persetujuan bersama(kompromi) dan timbangrasa(toleransi) dalam perkara ini dan pihak bertanggungjawab harus tegas dan elakkan sikap 'tak apa' agar Bahasa Malaysia dipandang tinggi bukan sahaja oleh rakyatnya tetapi oleh seluruh warga dunia.

Jika ini tidak dilaksanakan dengan bersungguh2 maka penulis tidak ragu2 menyatakan sampai bila-bilapun Bahasa Malaysia akan dipandang rendah oleh sebilangan warganya sendiri yang asyik mengagungkan bahasa ingeris tetapi berharap semoga perkara semedikian tidak menjadi kenyataan(realiti).

 Hfiz Baze juga berpendapat ianya lebih memperlihatkan keharmonian dan penyatuan bangsa jika kita menyebut serta menulis 'Bahasa Malaysia' daripada 'Bahasa Melayu' kerana bahasa melayu lebih menonjolkan bahasa ibunda satu kaum sahaja.

Tuesday, April 19, 2011

Kelemahan penganjuran Larian Malam Energizer 2011

PETALING JAYA: Penganjur Energizer larian malam 2011,  dikritik hebat oleh peserta yang melabelkan bahwa acara "paling buruk" diadakan, mungkin telah mendarat dalam kesulitan bahkan lebih, kali ini dengan Kantor Komisaris olahraga.




Kegagalan penganjur untuk mendapatkan persetujuan badan  telah mengakibatkan mereka melanggar olahraga pengembangan Act 1997, dan mereka dapat menghadapi denda kekar hingga RM5, 000 atau bahkan jangka penjara.

Kantor Komisaris olahraga, ketika dihubungi kemarin, "tidak thu menahu" selama acara malam yang digelar di Litar antarabangsa Sepang pada Sabtu malam, dan bingung atas mengapa penyelenggara tidak mencari persetujuan terlebih dahulu.

Olahraga Komisaris Datuk Yasin Salleh menekankan bahwa semua acara olahraga harus mencari kantor persetujuan sebelum mereka mengelolakan.

"Saya tidak menyadari dari perlombaan ini sampai Anda mengatakan kepada saya. Saya tahu penyelenggara KL Standard Chartered maraton telah mencari persetujuan kami (untuk acara yang dijadwalkan pada tanggal 16 Juni).



BOIKOT: salah satu dari banyak kelompok-kelompok Facebook mengkritik perlombaan. "Biasanya, kami akan meminta pandangan dari badan Nasional sebelum memberikan persetujuan"

Sebuah cek dengan Malaysia Amateur Athletics Uni dan Asosiasi atletik amatir FT mengungkapkan itu, mereka juga tidak menyadari umat.

Peristiwa-peristiwa yang didukung oleh SC kantor di masa lalu termasuk ATP Malaysia terbuka dan kota Nike 10 km berjalan.

Persetujuan wajib di bawah olahraga pengembangan Act 1997.

Pasal 36 (1) Serikat: "sebuah perusahaan akan melibatkan itu sendiri dalam aktivitas olahraga atau aktivitas lain yang terkait dengan olahraga seperti yang mungkin ditentukan oleh Menteri dalam peraturan kecuali berlisensi untuk melakukannya oleh Komisaris."

Artikel 39 Act berbunyi: "setiap orang ditemukan bersalah atas suatu pelanggaran di bawah undang-undang ini yang tidak ada hukuman adalah tegas disediakan pada keyakinan akan bertanggung jawab kepada penjara karena istilah yang tidak melebihi enam bulan atau keduanya denda tidak melebihi lima ribu ringgit atau."

Yassin berkata: "Jika grouses publik valid, kami akan menulis kepada penyelenggara yang meminta mereka untuk penjelasan."

Namun, mengekspos Media Sdn Bhd Direktur Josie Huang Wan Ling mengatakan satu Malay Mail pagi ini a sanksi dari Komisaris olahraga itu tidak dibutuhkan untuk acara seperti perlombaan dianggap hanya sebuah "lari santai".

"Acara ini tidak seharusnya telah suatu ras sanksi dari awal."

Penganjur sudah terguncang dari tuduhan kelemahan pengurusan, yang telah mengarah ke online demonstrasi besar-besaran di blog dan pengaturan Facebook kelompok "memboikot" acara.

Acara resmi account Facebook juga dibombardir oleh peserta marah melabel perlumbaan "paling buruk" diadakan.

Peserta mendakwa mereka juga dikenakan biaya parkir RM10 dan tidak semua pulang dengan goodie tas.

Beberapa juga diduga sekelompok "60 VVIP peserta menerima RM3, 000 (RM50 setiap) sebagai gantirugi". Halaman yang berjudul "Energizer larian malam  KL 2011: kami ingin keadilan" dan "Boikot Energizer larian malam" yang telah dipotong hingga juga.

Klip video menampilkan polis yang membantu untuk meredakan situasi juga di YouTube.

Peluncuran Energizer perlombaan malam diadakan di Cyberjaya tahun lalu. Edisi 2011 balapan malam menarik 10.000 pelari.

Peserta dibayar antara RM65 dan RM75 untuk ambil bagian dalam jangka.

Tamasya menyenangkan ternyata menjadi muram.

PUTRAJAYA: Apa yang seharusnya telah bersenang-senang malam berjalan berubah menjadi malapetaka.

Energizer larian malam  2011, diselenggarakan pada hari Sabtu di Litar Sepang dan diselenggarakan oleh mengekspos Media Sdn Bhd, turun ke dalam kekacauan mengucapkan setelah lomba sudah berakhir.

Pertama waktu pelari maraton, mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Jaja, mengatakan satu Melayu Mail dia memiliki barisan depan kursi ke apa yang terjadi ketika ia selesai pada awal lomba 5.5 km.

"Aku bisa melihat kekacauan di garisan penamat dan dari apa yang kulihat, saya akan menggambarkan sebagai rusuhan.

Jaja mendakwa dia kemudian menemukan gangguan berasal dari antrian lambat untuk pembagian goodie tas dan pingat.

"Ada setidaknya 16 Kategori dalam lomba tapi penyelenggara telah hanya satu counter semua kategori. Itu kegilaan."

Fazni Irwan, 32, dari Subang Jaya, yang telah dijalankan dalam lomba 11 km, menyatakan: "kemudahan bas harus disediakan dari KL Sentral untuk sirkuit Sepang. Tetapi saya mendengar banyak peserta ditinggalkan karena ada tidak cukup bas."

Direktur Media mengekspos Josie Huang Wan Ling mengatakan dia sadar ketidakpuasan di antara peserta, termasuk rants terhadap peristiwa yang terbakar berbagai situs online.

"Kami sedang bekerja pada tanggapan resmi untuk semua grouses mereka.

"Para peserta melakukan tidak mengantri sesuai dan ketika orang-orang yang telah memotong antrian membuatnya ke depan, itu memicu kemarahan dari peserta lain.

"Marah dan letih, beberapa dari mereka mulai meraih goodie tas oleh segenggam dan melemparkan mereka ke belakang garis. Beberapa bahkan meraih medali dan melakukan hal yang sama."

Ketika personil keamanan mencoba untuk menghentikan mereka, para peserta mendapat agresif dan mulai mengayunkan medali di sekitaran.

Dari segala kejadian yang berlaku dapat penulis membuat kesimpulan bahawa;

Para pelari yang kebanyakannya rakyat Malaysia sendiri tidak beretika ketika mendapatkan lampu suluh kepala hingga berebut2, tidak mahu beratur dan mengambil kesempatan dari kelemahan pihak penganjur sehingga mengambil secara berlebihan. Punca dari itu, lampu suluh kepala tidak mencukupi.

Ada pelari yang tidak sabar sehingga berani melemparkan bungkusan cenderahati kepada pelari2 lain.

Beginilah mentaliti sebilangan pelari kita sama sahaja sikap ketika memandu.

Wednesday, March 23, 2011

SAMSENG JALANAN - mencemar imej Malaysia serta remaja melayu keseluruhannya.


Abstrak

'Samseng jalanan'  menggantikan istilah Mat Rempit bagi mengelak publisiti dan pembentukan identiti kepada golongan berkenaan. Ketua Trafik Pasukan Bukit Aman, Datuk Abdul Aziz Yusof menyatakan bahawa keputusan tersebut dicapai oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) pada mesyuarat pasukan itu di Pulau Pinang baru-baru ini. Beliau turut meminta pihak media dan pengeluar filem agar tidak mengagung-agungkan golongan berkenaan dengan memberi publisiti keterlaluan. Pihak Polis tidak mahu mempopularkan istilah Mat Rempit kerana tidak mahu golongan itu mempunyai identiti sendiri dan bangga dengan istilah tersebut. Penggunaan istilah dan penghasilan filem aktiviti Samseng Jalanan pada pendapatnya dapat menggalakkan lagi kegiatan tidak bermoral di kalangan belia negara ini.

Pengenalan

Mat Rempit merupakan istilah kepada penunggang motosikal yang terlibat dalam perlumbaan haram, biasanya dengan menggunakan moto kapcai atau skuter. Ia merupakan satu gejala sosial remaja di Malaysia sekarang. Minah Rempit pula boleh jadi merupakan seorang pelumba perempuan, atau teman wanita Mat Rempit.

Walaupun kebanyakan Mat Rempit sering berlumba, ada juga yang cuma menunggang secara berbahaya di jalan raya. Mat Rempit biasanya berkumpulan dan akan berlumba di tengah-tengah kota pada malam hujung minggu.

Kebanyakan motosikal yang digunakan Mat Rempit tidak memenuhi piawai, ataupun telah diubah suai dengan banyak. Malah ada juga Mat Rempit yang tidak mempunyai lesen sah, tidak membayar cukai jalan dan menaiki motosikal curi. Kini, taman perumahan turut telah ditukar menjadi litar lumba oleh Mat Rempit. Dianggarkan di Malaysia sahaja terdapat kira-kira 200,000 Mat Rempit. Istilah Mat Rempit ini turut digunakan di Singapura dan Indonesia untuk tujuan yang sama.

Mereka beraksi pada waktu senja , malam atau selepas ibu bapa pulang daripada bekerja. Remaja ini mencuri kunci motosikal atau memberi alasan membeli barang di kedai berdekatan atau pergi ke pasar malam. Ibu bapa tidak sedar anaknya boleh pergi jauh sehingga ke Kuala Lumpur.

Mereka beraksi di celah-celah kereta yang penuh sesak di Kuala Lumpur untuk mendapat perhatian orang ramai. Di Kuala Lumpur jalan yang popular ialah Jalan Raja Laut, Jalan Tuanku Abdul Rahman dan Jalan Bukit Bintang. Lebuh raya Lekas di Semenyih yang belum siap sepenuhnya telah mengorbankan beberapa remaja belasan tahun.

CERITA MAT REMPIT

Teknik menunggang

Teknik menunggang juga diperhatikan dan berubah dari semasa ke semasa. Semakin bahaya, semakin mendapat tepukan penonton dan mereka berasa bangga menjadi juara. Teknik itu seperti willi, baring, berdiri dan sebagainya.

Cabaran

Jalan yang mencabar ialah di selekoh berbahaya, jalan berlubang, berair, berlumba melawan arus, tanpa lampu depan dan menerima cabaran rakan-rakan, musuh dan orang ramai.

Sanggup mati katak

Mereka sanggup cedera parah malah berani mati katak ketika berlumba. Ketika berlumba, mereka akan pejam mata, lampu motosikal ditutup dan menunggang motosikal melawan arus jalan raya. Pastinya mereka di bawah pengaruh dadah sintetik seperti syabu dan ice. Ketika berlumba mereka terbayang 'ular' atau musuh 'alien' yang perlu ditentang habis-habisan. Mereka ditugaskan untuk menjadi hero membunuh musuh. Mereka tidak ada perlindungan diri seperti kasut, seluar tebal , lapik lutut, topi keledar mahupun insurans nyawa.

Sekatan jalan raya

Sekatan jalan raya oleh polis trafik lebih menyeronokkan. Mereka akan berpatah balik melawan arus jika ada sekatan polis. Ada juga yang merempuh sekatan jalan raya. Polis trafik yang bersenjata pistol dan kayu cota tidak dipedulikan. Ibu bapa dan masyarakat akan menyalahkan polis jika bertindak kasar seperti menendang motosikal yang bergerak laju. Ada juga kes polis yang membaling kayu pada tayar yang bergerak laju untuk melarikan diri. Usaha polis trafik mengadakan sekatan jalan raya dan mengawasi pergerakan mat rempit seolah-olah diperlekehkan sehingga ada yang berani merempuh sekatan yang diadakan. Kelicikan mat rempit mengenal pasti jalan-jalan yang selamat juga menyebabkan golongan ini mendabik dada kononnya mereka bijak melarikan diri daripada pengawasan pihak berkuasa. Malahan, anggota polis sendiri pernah menjadi mangsa tindakan melulu mat rempit di mana ada anggota polis yang pernah cedera dan terkorban dalam operasi terhadap mat rempit.

Ganjaran

Biasanya mat rempit terdiri daripada remaja belasan tahun yang masih bersekolah , menggunakan motosikal ibu bapa atau abang-abang mereka. Mereka menunggang motosikal tanpa lesen memandu yang sah. Mereka bersaing sesama sendiri dan ada kalanya mendapat 'hadiah' berbentuk wang dan gadis bohsia sebagai taruhan. Bagi menambah kelajuan motosikal, piston, brek, handle, tayar dan lain-lain diubahsuai.

GELARAN "MAT REMPIT" SEOLAH PENGIKTIRAFANHentikan menggelar mereka yang terbabit dengan kegiatan perlumbaan motosikal haram sebagai 'Mat Rempit' - demikian langkah pertama yang dicadangkan pakar psikiatari terkenal, Prof Mohamad Hussain Habil bagi mengatasi masalah itu.

Beliau memberitahu dengan memberi gelaran itu kepada mereka, golongan berkenaan akan berasa lebih besar kepala dan mendorong mereka untuk meneruskan gelagat mereka dengan lebih kerap dan angkuh.

Mohamad Hussain, yang menerajui Jabatan Psikiatari Universiti Malaya, berkata sebenarnya, remaja yang terlibat dengan perlumbaan motosikal haram ingin mencari perhatian dan label 'Mat Rempit' yang diberi kepada mereka akan menjadikan mereka lebih seronok dan menganggapnya sebagai lesen atau pengiktirafan oleh masyarakat terhadap kegiatan mereka

"Cerita tentang mereka yang sering tersiar dalam akhbar, majalah, radio dan televisyen juga menjadikan mereka lebih berazam untuk meneruskan gaya hidup mereka itu kerana ia memenuhi ego mereka yang kononnya merupakan golongan yang macho dan berani," katanya

INDIVIDU YANG TERLIBAT DENGAN GEJALA INI

1. Remaja
2. Remaja Bawah Umur dan Masih Bersekolah

PUNCA-PUNCA

1. perasaan ingin mencuba
2. tiada kawalan atau perhatian dari ibu bapa
3. kurang kasih sayang keluarga
4. pengaruh kawan-kawan
5. mengisi masa lapang/senggang
6. mendapat kepuasan ekstrem untuk menunjuk-nunjuk
7. mendapatkan habuan atau ganjaran
8. gaya hidup dan taraf pendidikan yang rendah
9. pengaruh filem atau cerita
10. tanda protes

MAT REMPIT JUGA MELAKUKAN JENAYAH SEPERTI:

1. kegiatan gengster
2. rompak berkumpulan
3. pergaduhan
4. laku musnah
5. membunuh
6. kecurian
7. buli
8. rogol
9. seks bebas
10. pengambilan dadah dan alkohol

LANGKAH PENCEGAHAN

• Bagi membanteras gejala lumba haram di ibu negara, polis trafik telah melancarkan operasi besar-besaran dengan lebih 500 mat rempit diperiksa di Dataran Merdeka. Operasi sama turut diadakan serentak di negeri lain iaitu Perak, Pulau Pinang dan Selangor.

• Naib Pengerusi Yayasan Pencegahan Jenayah Malaysia (MCPF), Tan Sri Lee Lam Thye mencadangkan Akta Pengangkutan Jalan dipinda bagi membendung gejala "mat rempit" dan perlumbaan motosikal haram. Pelajar berumur 15 hingga 19 tahun merupakan pelajar yang kandas dalam pelajaran atau telah berhenti sekolah, perlu ditahan di sekolah juvana, Sekolah Henry Gurney jika didapati bersalah untuk suatu tempoh ditetapkan. Mereka hendaklah dihukum membuat kerja-kerja amal sehingga 100 jam dan motosikal dirampas.

• Samseng jalan raya atau 'Mat Rempit' mungkin akan dikenakan hukuman lebih berat iaitu hukuman penjara mandatori setelah Seksyen 42 (1) Akta Pengangkutan Jalan 1987 dipinda. Ini berikutan hukuman yang sedia ada ke atas samseng jalan raya yang disabitkan kesalahan iaitu denda minimum RM5,000 atau penjara tidak lebih daripada lima tahun tidak mampu menyedarkan mereka. Ketua Trafik Pasukan Bukit Aman, Datuk Abdul Aziz Yusof berkata, cadangan itu yang kini masih pada peringkat Polis Diraja Malaysia (PDRM) akan dibawa ke Kementerian Pengangkutan sebelum mendapatkan kelulusan."Pihak kita ada berbincang untuk laksanakan hukuman penjara mandatori bagi samseng jalanan. Sebelum ini kebanyakan kes, pesalah hanya membayar denda atau saman, tetapi dengan dikuatkuasakan undang-undang tersebut, semua pesalah perlu menjalani hukuman di penjara mengikut kesalahan yang dilakukan," katanya kepada pemberita di Dataran Merdeka di sini hari ini. Beliau berkata, bagaimanapun hukuman penjara mandatori itu hanya dicadangkan bagi samseng jalanan yang berumur 18 tahun ke atas manakala bagi mereka yang di bawah umur, kumpulan berkenaan masih tertakluk pada Akta Perlindungan Kanak-kanak. "Kita juga sedang mengkaji supaya pesalah-pesalah yang di bawah umur dihantar ke sekolah-sekolah juvana," katanya. Dalam usaha mencegah kegiatan lumba haram dengan lebih agresif, beliau berkata, pihaknya akan memperluaskan lagi Skuad 42 yang khusus menjalankan operasi membanteras lumba haram ke semua kontinjen di seluruh negara. "Kini ada beberapa kontinjen yang sudah ada skuad 42 seperti Ibu Pejabat Polis Kontinjen Kuala Lumpur (IPKKL) yang sememangnya fokus kepada operasi cegah lumba haram. Jadi saya berharap setiap kontinjen akan mempunyai Skuad 42 mereka masing-masing sebelum hujung tahun ini," katanya.

• Presiden kelab motosikal "Kelab RD", Azhanyzam Zakaria pula berpendapat langkah kerajaan itu baik namun masih belum mencukupi untuk membendung gejala mat rempit atau perlumbaan motosikal haram ini. Ketika dihubungi, beliau berkata kerajaan juga perlu menimbangkan untuk mewujudkan satu lagi litar lumba yang dirasakannya strategik iaitu di Bukit Jalil selain mengenakan tindakan tegas kepada mereka yang terlibat dengan perlumbaan haram. Azhanyzam berpendapat pembinaan litar lumba di Bukit Jalil berhampiran Kuala Lumpur mungkin mampu mengurangkan aktiviti perlumbaan motosikal haram di jalan raya ibu kota. "Kalau di Bukit Jalil, dekatlah sikit berbanding Sepang. Mereka ini tak mahu tempat yang jauh. Sekiranya kerajaan sudah menyediakan tempat untuk mereka melakukan aktiviti dan kalau mereka masih lagi berlumba haram di luar, kenakan sahaja tindakan tegas terhadap mereka. "Tindakan merampas motosikal bukanlah satu tindakan yang baik, sebaliknya akan mengundang jenayah lain iaitu mencuri motosikal. Kita kena tahu kebanyakan mereka ini datang daripada golongan keluarga bermasalah serta hidup dalam kemiskinan," katanya. Azhanyzam juga berpendapat tindakan undang-undang yang lebih ketat harus meliputi pembatalan lesen memandu serta-merta dan pengharaman pembelian motosikal bagi merekayang disabitkan kesalahan.

• Bagi menangani isu mat rempit, pelbagai saranan dalam bentuk meminda peraturan dan undang-undang jalan raya hendak dilakukan. Tetapi akhirnya, apa guna segala undang-undang yang digubal jika tidak ada penguatkuasaan dilakukan. Walaupun mungkin sesetengah anggota masyarakat sudah bosan dan letih dengan karenah mat rempit, tetapi kerajaan harus terus berusaha dan serius mewujudkan kesedaran dan membina akhlak mulia di kalangan remaja agar tidak terjebak dengan gejala ini. Kempen membanteras gejala mat rempit selama ini hanya sia-sia kerana tidak mendapat sokongan ibu bapa serta masyarakat. Kegagalan kawalan dan kurang perhatian ibu bapa menyebabkan anak-anak mereka sanggup menggadai nyawa di jalan raya. Kerajaan perlu terus serius mengadakan kempen berterusan untuk memberi kesedaran kepada golongan muda supaya sayangkan diri dan tidak menggadaikan nyawa di atas jalan raya. Selain pendekatan lembut, pendekatan keras juga perlu dilakukan. Tiada istilah kompromi untuk menangani golongan mat rempit yang menunggang motosikal secara berbahaya.

• Polis Diraja Malaysia (PDRM) akan menjalinkan kerjasama yang lebih erat dengan Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) bagi membanteras gejala mat rempit yang kian berleluasa sejak kebelakangan ini. Ketua Polis Negara, Tan Sri Musa Hassan berkata, pihaknya telah mengadakan perbincangan dengan JPJ berhubung usaha meningkatkan kerjasama itu, baru-baru ini. Menurutnya, kerjasama antara dua agensi penguat kuasa itu perlu disebabkan JPJ mempunyai beberapa keistimewaan yang tidak ada pada pasukan polis.

HUKUMAN

Lumba Haram

Bil 1.
Kesalahan Menaja/menyertai lumba haram.
Seksyen/ Kaedah Kesalahan Seksyen 81
Seksyen/ Kaedah Hukuman Seksyen 81(2)
Seksyen 81(3)

Kadar Kompaun Mahkamah

Kadar Mahkamah Denda RM 2000 atau 6 bulan penjara atau kedua-duanya. Denda RM 2000 atau 6 bulan penjara dan lesen digantung satu bulan. Sabitan kedua denda RM 5000 atau penjara satu tahun atau kedua-duanya dan lesen digantung selama 3 tahun.

KESIMPULAN

Sebagaimana gejala sosial yang lain, peranan yang dimainkan ibu bapa adalah amat penting untuk menjayakan sebarang usaha menangani masalah tersebut. Selain mengenakan tindakan tegas ke atas mat rempit, tindakan yang sama tegas terhadap ibu bapa atau pemilik motosikal yang digunakan juga boleh membantu untuk menangani masalah ini, kalau tidak sekalipun, membantu mengelakkan gejala ini dari menjadi lebih buruk lagi. aktivis sosial termasuk pertubuhan bukan kerajaan (NGO) juga perlu memainkan peranan untuk mencapai matlamat menangani gejala merempit. Apa sekalipun, yang pasti, masalah ini kini kian meruncing dan kesepaduan semua pihak adalah merupakan kunci yang akan dapat menyelesaikan segala permasalahan ini.

-------------------------------------------------------------------

Umat Islam dituntut jaga adab sopan di jalan raya
2011/04/23

Jangan biar budaya liar berakar umbi dalam masyarakat demi memelihara kesucian agama

ISLAM sebagai agama yang berperaturan menitikberatkan umatnya menjaga adab dan akhlak di mana saja berada lebih-lebih lagi ketika di jalan raya yang mendedahkan mereka kepada pelbagai kecelakaan. Sikap terburu-buru ketika membawa kenderaan, tidak mematuhi peraturan jalan raya serta memandu melebihi had laju yang dibenarkan termasuk dalam perkara memudaratkan diri sendiri serta orang lain. Allah berfirman yang bermaksud: “Dan janganlah kamu mencampakkan dirimu di lembah kebinasaan.” (Surah al-Baqarah, ayat 194)

Justeru, syariat Islam mengharamkan perlakuan atau tingkah laku yang menjurus kepada berlakunya kemalangan di jalan raya.

Selain akhlak dan adab, pengguna jalan raya perlu memastikan kenderaan diselia dengan baik dan sempurna sebagai langkah pencegahan.

Oleh itu, sikap sabar dan berhemah perlu dimiliki setiap kita terutama ketika memandu supaya sentiasa terpelihara serta dilindungi Allah daripada bahaya atau malapetaka.

Budaya merempit di jalan raya yang menjadi kegilaan remaja adalah perbuatan terkutuk yang jelas bertentangan syariat Islam.

Mempamerkan aksi berbahaya dengan niat menunjuk-nunjuk, angkuh dan sombong selain mempertaruhkan wang ringgit bukan akhlak Islam.

Gejala sosial yang kian mendapat tempat di hati anak-anak muda Islam wajar dihindari dan diperangi demi memastikan peradaban Islam terus terpelihara.

Islam menolak sama sekali budaya ekstrem atau sikap melampau yang boleh mengundang padah.

Sikap ini juga melalaikan kita daripada mengingati Allah serta mempertaruhkan nyawa sedang Allah menyuruh kita memelihara kehidupan dengan baik dan sempurna.

Menjaga keselamatan diri serta orang lain ketika memandu kenderaan adalah perbuatan dituntut Islam.

Rasulullah SAW dalam hadis diriwayatkan Imam Malik bersabda yang bermaksud: “Tiada (janganlah melakukan) perkara yang membawa kemudaratan kepada diri sendiri dan janganlah melakukan sesuatu yang memudaratkan orang lain.”

Ibu bapa dan pihak penguat kuasa perlu memainkan peranan lebih efektif demi memastikan gejala buruk ini tidak terus menjadi barah dalam masyarakat.

Selain penguatkuasaan, pendidikan agama diharap dapat menyedarkan kembali remaja betapa bahayanya perbuatan itu kepada mereka.

Ceramah dan tarbiah berkaitan adab dan moral ketika berada di jalan raya wajar diadakan sekerap mungkin demi memastikan generasi Muslim yang bakal menerajui negara suatu masa nanti adalah generasi berkualiti serta berperadaban tinggi.

Selain persiapan fizikal, kita juga hendaklah memperbanyakkan doa dan tawakal supaya Allah sentiasa memelihara kita daripada sebarang kesulitan sepanjang menempuh perjalanan.

Yakinlah bahawa qada dan qadar Allah penentu segala-galanya.

Antara doa terbaik yang diajar Rasulullah SAW untuk diamalkan sebelum menaiki kenderaan bagi memulakan perjalanan: “Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim, Engkaulah teman dalam perjalanan ini supaya kami selamat sampai ke destinasi. Kurniakanlah kami kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini. Permudahkanlah perjalanan kami dan berikanlah sepanjang perjalanan ini tubuh badan yang sihat. Sampaikanlah kami ke tempat yang kami tuju hingga sempurna hajat kami.”

Ketika berada di jalan raya, hindarilah daripada mengganggu ketenteraman orang lain seperti membunyikan hon sesuka hati, membelok ke kiri dan kanan tanpa isyarat, mencerca dan memaki hamun pemandu lain, membuang sampah melalui tingkap kenderaan serta sengaja mengundang kemarahan pengguna jalan raya yang lain hingga menimbulkan perbalahan.

Bagi pihak berkuasa, hendaklah sentiasa mengawal selia keadaan jalan raya supaya selesa dan selamat digunakan selain memastikan papan tanda diletakkan di tepi jalan bagi memudahkan pengguna jalan raya daripada sebarang kesulitan.

Islam adalah agama toleransi yang mendidik umatnya supaya berlapang dada serta mudah memberi kemaafan setiap kali terbabit dalam kemalangan jalan raya.

Rasulullah SAW adalah contoh terbaik yang sentiasa memaafkan kesalahan orang lain walau sebesar manapun kesalahan dilakukan.

Allah berfirman yang bermaksud: “Jika kamu bersikap kasar dan keras hati terhadap mereka tentulah mereka akan lari dari kelilingmu. Oleh itu, maafkanlah kesalahan mereka.” (Surah Ali-Imran, ayat 159)

Muslim yang baik sentiasa menjaga akhlaknya hatta ketika berada di jalan raya bukan hanya menunjukkan kebaikan ketika berada di khalayak ramai kerana mereka tahu, setiap perlakuan sentiasa diperhatikan.

Monday, March 21, 2011

Program Antara Dua Garisan erat hubungan Malaysia-Indonesia




Mukhriz Tun Mahathir bersama Sahkyan Asmara (kiri) dan Azwanddin Hamzah pada pelancaran program penerbitan televisyen Hubungan Dua Hala Malaysia-Indonesia di Hotel De Palma, Ampang, Selangor, semalam.
--------------------------------------------------------------------------------

KUALA LUMPUR 20 Mac - Jaringan Melayu Malaysia (JMM) hari ini melancarkan Antara Dua Garisan yang merupakan program penerbitan televisyen hubungan dua hala Malaysia-Indonesia.

Yang Dipertua JMM, Azwanddin Hamzah berkata, program yang akan ditayangkan Jun ini itu akan mengupas secara terperinci tentang dasar-dasar negara melibatkan pembangunan ekonomi sejagat.

"Stesen televisyen TVRI dan Metro TV Indonesia telah bersetuju melaksanakan program Antara Dua Garisan INI.

"Sehingga kini, lapan timbalan menteri Malaysia dan Indonesia serta enam menteri dan tokoh negara Malaysia-Indonesia telah memberi komitmen untuk rancangan ini," katanya ketika berucap pada majlis pelancaran program itu oleh Timbalan Menteri Perdagangan Antarabangsa dan Industri, Datuk Mukhriz Mahathir di sini malam ini.

Program selama 30 minit yang akan memulakan penggambaran bermula esok itu dijayakan pertubuhan bukan kerajaan (NGO) dari Malaysia-Indonesia dan bakal disiarkan selama 12 bulan di stesen televisyen yang terpilih di kedua-dua belah negara.

Siri pertama program Antara Dua Garisan akan menyiarkan wawancara membabitkan menteri dan ketua menteri dari Malaysia serta temu bual rakyat kedua-dua negara mengenai sesuatu isu.

Azwanddin berkata, diharap program itu dapat memberi penjelasan yang lebih tepat mengenai sesuatu perkara khususnya isu sensitif yang sebelum ini rakyat disogok dengan maklumat negatif oleh pihak tidak bertanggungjawab.

Sementara itu, Timbalan Menteri Belia dan Sukan Indonesia, Sakhyan Asmara berkata, Indonesia menyambut baik program itu kerana ia bertujuan mengukuhkan hubungan yang sedia terjalin antara Malaysia-Indonesia.

Menurutnya, adalah menjadi tanggungjawab bersama kepada rakyat kedua-dua negara untuk mengeratkan hubungan Malaysia-Indonesia yang diibaratkan sebagai abang dan adik.

"Kita mempunyai banyak persamaan budaya dan masalah yang dihadapi itu boleh diselesaikan supaya kita dapat terus berdampingan untuk selamanya," katanya.

TSUNAMI JAPAN 2011

Tsunami, earthquake, nuclear crisis – now Japan faces power cuts. Prime minister warns of biggest crisis since 1945 with rolling cuts aimed at averting total blackout



Survivors in the port of Onagawa in Miyagi prefecture, scouring the wreckage amid continuing aftershocks.


Japan is facing its greatest crisis since the second world war, its prime minister, Naoto Kan, warned as the country struggled for a third day to avert a nuclear disaster following the massive earthquake and tsunami.

Police warn that the death toll could exceed 10,000 in Miyagi prefecture alone, and a UN agency reported that more than 1,600 people were confirmed dead. Most are thought to have drowned.

"The earthquake, tsunami and the nuclear incident have been the biggest crisis Japan has encountered in the 65 years since the end of the second world war," Kan told news media. "We're under scrutiny on whether we, the Japanese people, can overcome this crisis."

The extent of this challenge was underscored by the news that the capital of the world's third largest economy will see rolling three-hour power cuts from Monday.

Officials have ordered the measure because nuclear plant closures have drastically reduced the electricity supply. They warn that the blackouts could last for weeks.

"We have to avoid at all costs a sudden power shortage whose scale could have devastating consequences for the economy and people's lives," Kan said.

Friday's 9.0 magnitude earthquake, upgraded from 8.9, is the worst in Japan's recorded history and the fifth strongest worldwide in the past century. It caused a tsunami 10 metres high in some places.

As aftershocks continued to shake the coast, the Foreign Office urged Britons to avoid all non-essential travel to Tokyo and the north-east of Japan, while the US state department recommended that Americans stay away from Japan.

The Japanese meteorological agency warned that there was a 70% possibility of a magnitude 7 or greater tremor during the next three days. It lifted the tsunami warning, but cautioned that aftershocks could cause further waves.

The agency also warned that a volcano in the south was erupting again after a fortnight without noticeable activity. Ash and rock spewed from the crater of Shinmoedake on Kyushu island, 950 miles from the epicentre of Friday's tremor. There were no reports of injuries or damage.

Tokyo has doubled the number of troops in its rescue and relief team, but damage to roads and bridges has hampered efforts.

"Rescue and relief operations are being hampered by continuous aftershocks, tsunami alerts and fires. Many areas along the north-east coast remain isolated and unreachable," the UN Office for the Co-ordination of Humanitarian Affairs said in a statement.

It reported that at least 1,600 people were known to have died and 10,000 were missing. Almost 600,000 have been displaced, or evacuated, because of the earthquake and tsunami or radiation fears, it added.

Etsuko Oyama, who was rescued by a neighbour after the wave swept her 400 metres from her home, struggled to hold back tears as she spoke to NHK's news channel, the Japanese public broadcaster.

"I grabbed my daughter's hand but I lost my grip when I was swept away by the debris and water," she said. "I managed to survive but my daughter was washed away … I hope she is still alive somewhere."

Japanese troops rescued a 60-year-old man who was swept 10 miles out to sea on the roof of his home. But Hiromitsu Shinkawa said his wife had been washed away when the tsunami hit as they returned home to gather possessions after the quake.

While there were welcome moments of celebration as survivors were reunited, any good news was generally alloyed by grief.

With phone services still down in many areas, many survivors made their way to civic centres to check boards with names of others known to have survived and those who had died.

The Kyodo news agency reported that more than 20,000 buildings nationwide were either destroyed or badly damaged. Some 2.6 million households were without power and 1.4 million without drinking water, said Japan's ministry of health, labour and welfare, although electricity was restored to some parts of Sendai city. Others in the area reported food shortages.

Survivors huddled in public shelters for another night in near-freezing temperatures. In addition to the central government's relief efforts, cities and private businesses have sent help. The deputy mayor of Tokyo said the city was dispatching 384,000 blankets and 9,000 portable toilets, while Nissin, an instant noodle manufacturer, said it would send a million packets and "kitchen cars" equipped with stoves and water.

International relief and rescue teams from more than a dozen countries, including China, the US and the UK, are arriving to help Japanese troops. Almost 70 countries have offered donations, such as India's consignment of blankets and self-contained field hospitals from Australia.

Many of the donors, including Pakistan and Sri Lanka, have been scarred by earthquakes or tsunamis in recent years.

Kandahar in southern Afghanistan also pledged cash. "I know $50,000 [£31,000] is not a lot of money for a country like Japan, but it is a show of appreciation from the Kandahar people," Ghulam Haidar Hamidi, the mayor, told Reuters.

Yukio Edano, Japan's chief cabinet secretary, has said the government would use its contingency funds of some 200bn yen (£1.5bn) to pay for the relief effort. But there is already talk of a possible temporary tax increase to fund relief work.

Japan, overtaken by China last year as the world's second largest economy, will require tens of billions of dollars for reconstruction. The 1995 Kobe earthquake is said to have been the most expensive natural disaster in history, causing more than £1bn damage.

The country will also need to count the cost of industrial losses, with much of the north-east at a standstill.







Monday, February 21, 2011

Suruhanjaya Bahasa Negara!


APAKAH Malaysia mempunyai satu Dasar Bahasa Negara? Jawapannya: Ya dan benar! Perkara 152 (1) Perlembagaan Persekutuan mengkanunkan “Bahasa Kebangsaan ialah Bahasa Melayu dan hendaklah ditulis dalam apa-apa tulisan sebagaimana yang diperuntukkan dengan undang-undang oleh Parlimen” dan Perkara 152 (6) menegaskan “Dalam Perkara ini,

maksud rasmi ertinya apa-apa jua maksud Kerajaan, sama ada Kerajaan Persekutuan atau Kerajaan Negeri, dan termasuklah apa-apa maksud sesuatu pihak berkuasa awam.” Fungsi Bahasa Melayu diperkukuh lagi dalam Akta Bahasa Kebangsaan 1963/67, disemak 1971.

Daripada kedua-dua sumber tersebut telah diperluas tafsiran terhadap kedudukan dan fungsi bahasa Melayu dalam beberapa undang-undang yang lain. Undang-undang tertinggi Malaysia itu menetapkan bahawa Bahasa Melayu menjadi bahasa kebangsaan bagi negara Malaysia; Bahasa Melayu menjadi bahasa rasmi bagi melaksanakan maksud-maksud Kerajaan Persekutuan, Badan Berkanun, Kerajaan Negeri dan Pihak Berkuasa Tempatan dan rakyat Malaysia tidak dilarang menggunakan, belajar atau mengajar bahasa-bahasa lain.

Persoalan semasa sekarang di Malaysia ialah keperlahanan pelbagai sektor, awam dan swasta bagi melaksanakan tanggung jawab dan usaha ke arah mencapai matlamat strategik, memperkukuh fungsi utama bahasa Melayu sebagai bahasa negara. Bahasa Melayu bukan satu bahasa yang kecil, tetapi peranan besarnya itu agak tidak menentu mulai pertengahan dekad 1990-an.

Apabila memasuki abad ke-21 bahasa Melayu menerima cabaran baru, berada di persimpangan jalan persepsi antara zaman globalisasi dan pengaruh liberalisasi. Bahasa Inggeris dianggap satu-satunya bahasa yang menjamin kemajuan, tanpa mengakuri bagaimana Jepun, Korea, Perancis dan Jerman maju. Lebih-lebih lagi kemajuan dikatakan sepenuhnya ditentukan sains dan teknologi yang pula disinonimkan dengan teknologi komunikasi dan maklumat (ICT).

Kepemimpinan politik, organisasi industri, ekonomi dan dagang bagaikan hilang keyakinan terhadap kemampuan bahasa negara sendiri untuk berada di arus perdana kemajuan itu. Ada semacam kegagalan memahami fungsi lokal dan global, kepentingan jati diri, bahasa sebagai asas pembinaan tamadun bangsa dan bahasa dalam sistem pendidikan atau dalam sistem-sistem lain.

Senario baru menunjukkan penegasan peranan bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan dan bahasa rasmi negara semakin malap. Wujud keserongan persepsi yang beredar di fikiran politik.

Kajian Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) 1996 menunjukkan ‘bahawa bahasa kebangsaan belum dapat digunakan dengan meluas atau tidak memainkan peranan yang utama sebagai bahasa komunikasi bagi urusan komersial dan perdagangan dalam negeri, industri, sains dan teknologi, dan urusan-urusan dalam negeri yang lain.

Tempat bahasa Melayu itu diambil oleh bahasa-bahasa asing terutamanya bahasa Inggeris. Malah, kualiti bahasa Melayu didapati merosot, terutama sekali apabila bahasa Melayu digunakan secara bercampur aduk dengan bahasa Inggeris’.

Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak dalam perutusan Tahun Baru 2011, menyeru rakyat, “Janganlah kita hanya berpuas hati dan berpeluk tubuh menjadi pengkritik di tepian, tetapi marilah kita corakkan masa depan generasi hari ini.” Apakah natijah yang boleh digarap dan diaplikasikan dari kenyataan seorang ketua kerajaan kepada situasi bahasa di Malaysia?

Maknanya semua orang tidak harus berpuas hati dan berpeluk tubuh menjadi pengkritik di tepian apabila melihat bahasa sebagai asas peradaban bangsa kian terpinggir dan dipinggirkan. Mereka yang berkuasa di peringkat Kerajaan Pusat, negeri, badan berkanun, syarikat rangkaian kerajaan (GLC), pihak berkuasa tempatan dan organisasi swasta semestinya mengembalikan semula keyakinan bahawa bahasa kebangsaan itulah bahasa pembangunan negara dan pembinaan bangsa, bahasa yang menyatupadukan rakyat negara ini.

Apakah tidak ada kemungkinan diwujudkan sebuah Suruhanjaya Bahasa Negara (SBN)? Peranan dan fungsi DBP boleh diserapkan dengan diberikan peranan dan fungsi yang lebih luas. Cadangan ini telah saya sebut semasa Forum Wacana Bahasa Melayu, di Kangar pada 20 Januari 2011 dan terbaharu diulangi pada Hari Pejuang Bahasa 152 di Kuching, Sarawak pada 16 Februari, semasa saya menyampaikan ucap utama.

Sebuah suruhanjaya boleh bertindak melalui ‘kuasa’, ‘kuat kuasa’ dan ‘penguatkuasaan’ undang-undang menyelesaikan masalah pelaksanaan bahasa Melayu yang belum tercapai sepenuhnya sebagai bahasa rasmi.

SBN diberikan kuasa memantau bahasa kebangsaan yang berkualiti tinggi dan bercitra Malaysia atau sebagai bahasa pengantar pendidikan kerana ada masalah di sektor institusi pendidikan swasta.

Badan ini juga boleh menggerakkan perluasan penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa ekonomi, perniagaan, perdagangan dan perkhidmatan kewangan atau meningkatkan prestasi bahasa Melayu sebagai bahasa penyelidikan, penciptaan dan pembangunan sains dan teknologi dan meluaskan penggunaan bahasa Melayu dalam amalan industri (kecuali IKS) dan bidang profesional (perubatan, kejuruteraan, kepeguaman, kewangan dan seumpamanya).

Penegasan semula pelaksanaan Dasar Bahasa Negara hendaklah dikenakan segera kepada semua jabatan sektor awam, sektor swasta dan organisasi umum.

Apakah senario kemerosotan bahasa Melayu itu disebabkan kelemahan bahasa itu atau kemahuan politik (political will) yang lemah? Apakah disebabkan gelombang bahasa Inggeris terlalu besar sehingga kita ikut berasa cemas dan bimbang. Apakah sesudah melangkahi garis lebih setengah abad kemerdekaan, bangsa Malaysia masih terkapai-kapai dihanyutkan gelombang sikap dan tabiat ‘tidak apa’?

Tabiat negatif terhadap bahasa Melayu ini akan mengakibatkan kesan yang lebih parah lagi dalam tempoh jangka panjang. Apakah kita rela menyaksikan anak cucu kita puluhan tahun akan datang luntur jati diri dan kehilangan keperibadian bangsa Malaysia? Mungkin kehidupan budaya nasional atau tempatan beralih secara ala Amerika (Anglo American atau Anglo Saxon) dengan nilai budaya, rasa dan selera budaya yang asing sama sekali!

Kita tahu dunia satu bahasa (monolingual) sudah tiada lagi. Rakyat Malaysia tahu keperluan menguasai bahasa-bahasa asing utama yang lain itu dengan baik. Cuma yang mana dijunjung, yang mana dikelek. Rasanya kini ‘Penegasan Semula Dasar Bahasa Negara’ memerlukan ‘Gerakan Baru’.

Sentuhan Perdana Menteri dan Jemaah Menteri dinantikan. Kita mahu berpegang kepada matlamat untuk memperkukuh status dan fungsi bahasa Melayu sebagai bahasa negara, bahasa kebangsaan dan bahasa rasmi supaya dapat menjadi asas bagi pembinaan tamadun negara bangsa Malaysia dalam abad ke-21 ini.

Malaysia memerlukan perancangan strategik bahasa bagi penyelesaian masalah pembangunan, pembinaan dan pengembangan bahasa Melayu sebagai bahasa negara menjelang tahun 2020. Bahasa Melayu itu sudah berada di martabatnya, boleh diperkasakan dengan melihat masalah-masalah utama, mengkaji isu-isunya dan menetapkan dasar penggunaan bahasa kebangsaan untuk semua sektor selaras dengan Program Transformasi Kerajaan (GTP) bermula dalam Rancangan Malaysia (RMK-10) 2011-2015 sekarang ini.

Datuk A Aziz Deraman ialah bekas Ketua

Pengarah DBP 1994-2004/bekas Ketua

Pengarah Kebudayaan 1981-1989

dan kini Ahli Jawatankuasa Gapena

Tuesday, February 1, 2011

DAKWA SEGERA PENONTON TIDAK BERDISIPLIN

Oleh ZAZALI JAMIAN
sukan@utusan.com.my


PUTRAJAYA - Menteri Belia dan Sukan, Datuk Seri Ahmad Shabery Cheek mencadangkan supaya penyokong yang ditahan atas kesalahan disiplin sewaktu menonton perlawanan bola sepak di stadium, segera didakwa.

Katanya, tindakan itu boleh memberi pengajaran kepada penyokong lain supaya tidak melakukan perkara yang boleh mendatangkan bahaya seperti membakar mercun.

Tegasnya, penyokong juga semakin berani apabila menggunakan laser sewaktu menonton perlawanan.

''Saya lihat pada Perlawanan Sumbangsih antara Kelantan dan Selangor Sabtu lalu ada penyokong yang mengunakan laser. Ini tidak baik untuk sukan bola sepak kita.

''Perbuatan itu bukan sahaja mendatangkan bahaya tetapi memalukan sukan bola sepak negara kita.

''Saya bercadang untuk mengusulkan agar proses pendakwaan dapat dilakukan dengan lebih cepat untuk mengajar penyokong supaya lebih berdisiplin,'' katanya selepas menyaksikan majlis menandatangani Memorandum Persefahaman (MoU) antara F&N Beverages Marketing Sdn. Bhd dengan Persatuan Kebangsaan Berbasikal Malaysia (PKBM) di pejabatnya sini, semalam

Pada perlawanan merebut Piala Sultan Ahad Shah Sabtu lepas, dilaporkan lima penyokong bola sepak ditahan kerana menyalakan api suar.

Mengulas lanjut berhubung penahanan lima penyokong itu, Ahmad Shabery berkata, membawa sebarang barangan yang boleh mengakibatkan kebakaran adalah dilarang ketika memasuki stadium.

''Mereka ini seharusnya jelas dengan syarat-syarat yang ditetapkan apabila menyaksikan perlawanan di stadium kerana perkara sebegini tidak menunjukkan semangat kesukanan yang sewajarnya.

''Saya tidak menggalakkan sekiranya ada aktiviti sebegini dan kita harap selepas ini pihak stadium dan pihak berkuasa akan lebih proaktif dalam menangani masalah sebegini,'' jelas Ahmad Shabery.

--------------------------------------------------------------------

Memang sah kini penyokong2 Malaysia tdak disiplin wktu perlawanan itu..yang amat memalukan 99 peratus adalah orang melayu kita jugak!

Monday, January 24, 2011

THE GREATEST BADMINTON PLAYER 2000-2010

THE GREATEST BADMINTON PLAYER 2000-2010;

Lin Dan born October 14, 1983  is a badminton player from China. Of Hakka ancestry, he has been nicknamed "Super Dan"  by his fans. Many consider Lin as the greatest player of his generation, even hailing him to be the greatest of all time.


Lin won the men's singles gold medal at the 2008 Beijing Olympic Games (2008). He is the only player in badminton history to have won three consecutive titles at the World Championships (2006, 2007 and 2009). Lin was also a 4-time title holder of the All-England Open (2004, 2006, 2007 and 2009) and has helped China win four consecutive Thomas Cup (Men’s Team World Badminton Championships) (2004, 2006, 2008, and 2010) and three consecutive Sudirman Cup (World Team Championships) (2005, 2007, and 2009).

He won the Asian Games 2010 Gold Medal by beating world #1 Lee Chong Wei of malaysia in the finals at 21/13 15/21 21/10, thus becoming the only player to have all the titles that badminton offers globally, Olympics, World Championships, Asian Games, All England and many BWF circuit super series events. He was voted for Most Valuable Player (MVP) in 2010 Asian Games.


----------------------------------------------------------------------------------------

Taufik Hidayat (born August 10, 1981 in Bandung, West Java) is an Indonesian badminton player. He is a former world champion and a former Olympic champion in men's singles. He has also won the Indonesian Open six times (1999, 2000, 2002, 2003, 2004 and 2006).


When he was young, he joined the SGS Club, a badminton club in Bandung, where he trained under Iie Sumirat.

Hidayat won the men's singles competition in badminton at the 2004 Summer Olympics. In August 2005, he won the men's singles competition at the IBF World Championships.

Popular media has at times focused on the perceived rivalry between Hidayat and Chinese player Lin Dan, referring to the two as "arch rivals".

Hidayat's early achievements included being the top seed in the Men's Singles competition at the 2000 Sydney Olympics, at the age of 19; winning his first Indonesia Open title at the age 18; and reaching the All England final at the age of 17.

6 times won men's singles Badminton Indonesia Open (1999, 2000, 2002, 2003, 2004 and 2006)
2 times won badminton men's singles Asian Games (2002 and 2006)
1 time won men's singles Badminton World Championships (2005)
1 time won men's singles Badminton Summer Olympics (2004)
2 times won Thomas Cup with Indonesian Badminton National Team (2000 and 2002)
3 times won men's singles Badminton Asia Championships (2000, 2004 and 2007)
3 times won men's singles Singapore Open (2001, 2005)
2 times won men's singles China Open (2005, 2006)
1 time won men's single French Super Series (2010)
1 time won men's singles Malaysia Open (2000)
1 time won men's singles Macau Open Badminton Championships (2008)
1 time won men's singles India Open (2009)
1 time won men's singles US Open (2009)
1 time won men's singles Canada Open (2010)
1 time won men's singles Indonesia Open Grand Prix Gold (2010)
Won the Brunei Open at the age of 16
Won gold medal at individual event (men's single) after defeating Singapore men's single Kendrick Lee Yen Hui with straight-set 21-15, 21-9 and won gold medal for men's team event at SEA Games (2007)

---------------------------------------------------------------------------------------------

Datuk Lee Chong Wei  born October 21, 1982 in Georgetown, Penang is a professional badminton player from Malaysia who resides in Bukit Mertajam. Lee won the silver medal in the 2008 Olympic Games, thus becoming the first Malaysian to reach the final of the men's singles event and ending Malaysia's Olympic medal drought since the 1996 Games. This achievement also earned him the title Datuk, and a description by Malaysian Prime Minister Najib Tun Razak as national hero.


As a singles player, Lee was again ranked first worldwide on August 21, 2008. He is the third Malaysian men's singles shuttler after Rashid Sidek and Roslin Hashim to achieve such a ranking (since official rankings were first kept in the 1980s), and is the only Malaysian shuttler to hold the ranking for more than two weeks.

Lee is also the reigning All England champion.

Lee has won many international badminton titles in his career, including many Super Series titles. However, despite his status among the world's elite, Lee has only managed to capture bronze (in 2005) at the BWF World Championship.

 Lee gained a spot for 2004 Olympic Games in Athens. In his first Olympics appearance, Lee defeated Ng Wei of Hong Kong in the first round. His journey ended in the second round when he was beaten by Chen Hong.[16]

In 2008 Olympic Games , However, it was a one-sided final, as Lee was completely outplayed by Lin Dan and salvaged only 20 points, losing 12–21, 8–21. He came second place overall.

Lee received RM300,000 on August 21, 2008, as a reward for his silver medal effort in the 2008 Olympic Games. Also, he received RM3,000 a month as a lifetime pension beginning in August 2008. For the same achievement, he was conferred with a Darjah Setia Pangkuan Negeri (DSPN), which carries the title Datuk by Governor of Penang, Tun Abdul Rahman Abbas on August 30, 2008.

On June 6, 2009, Lee received the Darjah Bakti (DB) award, from Tuanku Mizan Zainal Abidin, in conjunction with the Birthday of Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong, for his achievements in the 2008 Olympics

He win 7th Malaysia Open. (2004,2005,2006,2008,2009,2010,2011). Truly a  greatest 'Jaguh Kampung' player.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

..YEAR 2011;


KUALA LUMPUR (31/01/11): A resilient world No. 1 Lee Chong Wei collapsed at the crucial stage to allow archrival Lin Dan of China to take the honour as the first champion of the richest tournament in badminton history.

In the US$1.2mil South Korea Open in Seoul yesterday, the three-time champion displayed a late burst of power in the rubber game to win the last six points consecutively for a 21-19, 14-21, 21-16 victory to dethrone Chong Wei as the champion.

It was the 18th defeat for Chong Wei by Lin Dan in 24 meetings.

The hard work and solid netplay over one hour and 15 minutes earned Lin Dan a jackpot purse of US$90,000 (RM275,000).

--------------------------------------------------------------------

PUTRAJAYA (15/03/11): Pemain badminton nombor satu dunia Datuk Lee Chong Wei pada Selasa menerima RM100,000 unit amanah saham Permodalan Nasional Berhad (PNB) daripada kerajaan Malaysia atas kejayaannya mempertahankankan kejuaraannya pada Kejohanan Badminton All-England awal pagi Isnin.


Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak menyampaikan hadiah tersebut kepada Lee, yang tiba dari London pada pukul 6.45 pagi tadi, pada majlis sarapan pagi di Seri Perdana di sini, Selasa.

Sementara isteri Perdana Menteri, Datin Seri Rosmah Mansor, yang juga Penaung Persatuan Badminton Malaysia (BAM) turut menyampaikan hadiah peribadinya yang merupakan sebuah jam tangan atas kejayaan Lee itu.

Lee pada kejohanan itu mengalahkan musuh ketatnya Lin Dan dari China 21-17, 21-17 dengan mengambil masa 52 minit pada pertandingan perseorangan lelaki Kejohanan All-England di Birmingham Indoor Arena, England.

------------------------------------------------------------------------------

Having settled for second place for a third time after also losing to Lin Dan in the 2008 Olympics and last year's Asian Games, Chong Wei could have been forgiven for thinking that he is just not destined to win a major.


But yesterday's result, which saw him coming within a point of claiming the World Championships title at London's Wembley Arena before losing 22-20, 14-21, 23-21, has made the shuttler even more determined.

The ranking, though, would stand for nothing if Chong Wei doesn't land a major before retiring and the 29-year-old said this is exactly what he plans to do.


------------------------------------------------------------------------------------------------

Perseorangan negara, Datuk Lee Chong Wei gagal buat kali kedua berturut-turut untuk menjinakkan pemain China, Chen Long dalam perlawanan akhir Terbuka Denmark Siri Super Perdana Persekutuan Badminton Dunia (BWF), semalam.


Kali ini pemain Nombor 1 dunia itu menyerah 15-21, 18-21 dalam tempoh 49 minit pada perlawanan di Odense Sport Park seperti mana dia dikecewakan lawan yang sama dalam perebutan kejuaraan Terbuka Jepun, bulan lalu. – Utusan

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

YEAR 2012

Aug 5 — In the end it was just too much for Lee Chong Wei as he lost again to China's Lin Dan in the final of the Olympics gold medal badminton match today at the Wembley arena in London, coming to just within two points of winning Malaysia's first ever gold medal before succumbing to probably the best ever player in the sport's history.
PUTRAJAYA 12 Ogos - Jaguh badminton negara Datuk Lee Chong Wei hari ini menerima ganjaran RM500,000 di atas kejayaannya meraih pingat perak dalam acara perseorangan badminton sukan Olimpik London 2012.

Ganjaran itu disampaikan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Abdul Razak dalam majlis di Seri Perdana di sini yang turut dihadiri isteri Perdana Menteri Datin Seri Rosmah Mansor.

Ganjaran meliputi RM300,000 sumbangan Skim Hadiah Kemenangan Sukan, Majlis Sukan Negara dan RM200,000 sumbangan kerajaan Malaysia dalam bentuk Amanah Saham Wawasan.

Selain itu, Chong Wei turut menerima hadiah seutas jam tangan yang disampaikan Rosmah, selaku penaung Persatuan Badminton Malaysia (BAM).


Sunday, January 23, 2011

Bahasa Melayu bukan penghalang kemajuan


Oleh Teo Kok Siong
2011/01/19
Rakyat perlu yakin bahasa kebangsaan mampu sampaikan ilmu

SESI persekolahan 2011 bagi semua pelajar Tahun Satu menandakan berakhirnya Pengajaran dan Pembelajaran Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris (PPSMI). Mulai tahun ini, yakni setahun lebih awal daripada 2012 yang diumumkan, semua pelajar Tahun Satu akan mempelajari dua mata pelajaran ini dalam bahasa Melayu di sekolah kebangsaan. Di sekolah vernakular, Sains dan Matematik akan diajar kepada pelajar Tahun Satu dalam bahasa etnik masing-masing, iaitu bahasa Mandarin atau Tamil. Kebalikan ini berlaku selepas PPSMI berlangsung selama tujuh tahun sejak pertama kali diperkenal pada 2003. Walau bagaimanapun, pemansuhan PPSMI yang diumumkan pada Julai 2009, tidak disambut baik sesetengah pihak, khususnya golongan elit yang tidak yakin kemampuan bahasa Melayu untuk memajukan bangsa dan negara Malaysia. Golongan ini mahu diberi pilihan untuk anak mereka supaya dapat terus mempelajari Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris. Mereka mahu keistimewaan ini diberikan dan membandingkan penggunaan bahasa Inggeris di beberapa sekolah yang akan dipilih khas, dengan sekolah vernakular yang diberi kebenaran untuk mengendalikan dua mata pelajaran itu dalam bahasa etnik masing-masing.

Penggunaan bahasa Mandarin dan Tamil dalam konteks ini, hendaklah dilihat sebagai bahasa ibunda kepada sektor bukan Melayu dalam kependudukan Malaysia. Sehubungan ini, sesetengah pihak mempercayai penggunaan bahasa ibunda adalah kaedah terbaik untuk tujuan pendidikan, khususnya pada peringkat awal. Ini antaranya kerana pelajar didapati lebih mudah mengikuti pelajaran dalam bahasa yang mereka ketahui, lebih-lebih lagi yang dituturkan sebagai bahasa ibunda, apabila menjejak kaki ke sekolah. Dalil penggunaan bahasa ibunda ini ikut digunakan oleh orang Melayu yang mahu dua mata pelajaran ini diajar semula dalam bahasa Melayu.

Alasan ini ada rasionalnya walaupun tidak selalunya benar. Ini dapat dilihat pada pelajar bukan Melayu yang belajar di sekolah kebangsaan yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama. Sebilangan mereka didapati berjaya mengikuti pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Melayu dengan baik sekali. Ramai juga yang berjaya memperoleh keputusan cemerlang, sedangkan bahasa Melayu bukan pun bahasa ibunda mereka. Tambahan pula, sesetengah mereka ini tidak pernah pun didedahkan kepada bahasa Melayu ketika zaman prasekolah.

Begitu juga halnya dengan pelajar Melayu dan pelajar lain di sekolah vernakular Cina. Sesetengah mereka mampu meraihkan kejayaan luar biasa, sehingga berjaya mengatasi prestasi pelajar Cina yang bertutur dalam bahasa Mandarin, sesetengahnya sejak dari kecil lagi sebagai bahasa ibunda. Dalam kes ini, bahasa Mandarin bukan pun bahasa ibunda pelajar bukan Cina ini, dan rata-ratanya tidak pernah mempelajarinya secara formal sebelum memasuki sekolah.

Sebagai bahasa negara yakni bahasa kebangsaan dan bahasa rasmi, bahasa Melayu adalah bahasa semua rakyat Malaysia. Ia mewakili seluruh negara dan setiap seorang rakyat Malaysia, sama ada yang Melayu mahupun bukan Melayu. Dalam konteks ini, bahasa Melayu adalah simbol negara. Statusnya sebagai bahasa pribumi menambahkan lagi kepentingan peranannya untuk menyatupadukan rakyat Malaysia yang berasal daripada pelbagai kaum.

Berdasarkan hal ini saja, bahasa Melayu bukan saja bahasa yang sah, tetapi adalah pilihan yang tepat lagi bijak untuk dijadikan bahasa pengantar utama dalam sistem pendidikan negara. Sebagai bahasa kebangsaan, bahasa Melayu adalah bahasa yang dapat membangkitkan selain memupuk semangat kebangsaan.

Sebagai bahasa yang boleh membawa kejayaan pragmatik kepada rakyat Malaysia, bahasa Melayu mempunyai modal linguistik yang bukan saja mencukupi, malah agam sekali. Ia memiliki korpus yang efisien sekali. Antaranya, sistem ejaan yang kemas, dua sistem tulisan Rumi dan Jawi yang mantap, kosa kata yang senantiasa berkembang, bilangan lebih daripada sejuta istilah ilmiah dan nahu yang dibakukan.

Tetapi malangnya, bahasa Melayu tidak pernah diyakini sepenuhnya oleh rakyatnya sendiri, sejak dinobatkan sebagai bahasa negara pada 1957. Untuk sekian lama, ia dibelenggu pelbagai persoalan kemasyarakatan yang semuanya ditimbulkan rakyat Malaysia sendiri, sering kali pula oleh orang Melayu sebagai penutur natifnya. Pelbagai komen yang memperlihat sikap negatif daripada orang Melayu sendiri terhadap kemampuan bahasa Melayu, bukan saja amat dikesali tetapi yang lebih mudarat lagi adalah ia boleh memberi implikasi tidak baik kepada orang bukan Melayu untuk terus menghormati bahasa Melayu, apatah lagi menyanjunginya!

Sudah tiba masanya dengan pemansuhan PPSMI pada 2011 ini, rakyat Malaysia menganugerahkan penghormatan linguistik tertinggi yang dapat kita semua kurniakan kepada bahasa Melayu, di tanah watannya sendiri. Kita perlu berhenti daripada selalu menyalahkan bahasa keramat ini yang dicipta Tuhan untuk memajukan, selain menyatupadukan kita semua di tanah yang kita cintai ini.

Sesungguhnya bahasa Melayu tidak pernah menjadi penghalang kepada kemajuan rakyat Malaysia. Dalam konteks ini, bahasa Melayu bukan penyebab utama kepada penguasaan bahasa Inggeris yang lemah dalam kalangan rakyat, faktor penghalang kepada kemajuan rakyat pada era globalisasi ini yang mementingkan bahasa Inggeris, dan faktor penentang kepada hak linguistik rakyat Malaysia untuk mendidik anak bangsa dalam bahasa Inggeris.

Mari kita semua memperlihat keyakinan penuh kepada bahasa Melayu untuk mendidik anak bangsa Malaysia serta generasi mendatang, sama ada untuk memahami asas sains dan juga lunas ilmu lain. Sebenarnya tidak ada sebarang cacat cela pun pada bahasa Melayu yang tidak membolehkannya digunakan dalam menyampaikan ilmu pengetahuan.

Ia adalah sistem linguistik yang sempurna, seperti yang ada pada bahasa besar lain di dunia. Dalam konteks ini, bahasa Melayu mampu menyampaikan ilmu pengetahuan moden, dengan berkesan sekali, seperti yang diperlihatkan oleh bahasa Inggeris dan lain-lain.

Penulis adalah Timbalan Pengarah, Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA), UKM.